Kamis, 12 Maret 2009

LetakKecantikan wanita.

LetakKecantikan wanita.

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikanpada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang denganpenuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Sahabat adalah hadiah dari Yang Maha Kuasa buat kita

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.

Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan simpati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll, karena bagaimanapun mereka manusia yg punya harga diri dan membutuhkan pengakuan akan keberadaan dirinya.

It's a defense mechanism.

Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang ; Tapi mereka akan bilang :

"Aku tidak bisa menari" ; "Menari itu tidak menarik."

"Aku membutuhkan kamu" ; "Tidak ada yang cocok denganku."

"Aku kesepian" ; "Teman-temanku sudah lulus semua"

"Aku butuh diterima" ; "Aku ini buruk,siapa yang bakal tahan denganku"

"Aku ingin didengarkan" ; "Kisah hidupku membosankan.."

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita. Berikanlah makna di dlm kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dlm lingkungan kehidupan Anda. Berikanlah waktu bagi diri Anda dgn digabung oleh rasa kasih ! Sehingga anda dapat mengerti arti nilai dari waktu.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa yg tidak lulus ujian.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU BULAN tanyakanlah kepada Ibu yg melahirkan bayi secara premature.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MINGGU tanyalah kepada redaksi dan editor dari majalah minggguan.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU JAM tanyakanlah kepada seorang kekasih yg sedang menunggu kedatangan pacarnya.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MENIT tanyakanlah kepada orang yg terlambat untuk naik kereta api.

Untuk mengetahui nilainya waktu SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yg barusan saja mengalami musibah karena kelalaian dlm sedetik saja.

Yesterday is history,

tommorow is mistery,

today is a gift!

That's why it's called the present!

Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya. Mendapatkan seorang sahabat lebih sulit daripada mencari seorang kekasih

Seorang sahabat bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.

Sahabat sejati adalah ia yang meraih tangan kita dan menyentuh hati kita.

Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.

Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka dan duka dengan kita pada saat kita membutuhkannya.

Maka dari itu janganlah buang waktu yang Kita miliki, janganlah sia-sia kan waktu yang sedemikian berharganya.

Bagikanlah sebagian dari waktu yang Kita miliki untuk seorang sahabat.

Pasti waktu yang anda berikan tsb akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.

pergunakanlah waktu sebaik-baiknya karena hari-hari ini adalah jahat.

God is your best friend, He really cares about you !

Sabtu, 28 Februari 2009

Do'a ku....

YA ALLAH...
Engkaulah Sang Maha Pengasih...Maha Besar...

Cinta yang Engkau berikan begitu besar,,,
aku tau cinta ini datangnya darimu...

Jadikan cinta ini sebagai peneduh jiwaku...
Jadikan cinta ini yang akan membuat aku semakin mendekati-Mu,,,
semakin mengagumi-
Mu...

Engkaulah Sang Maha Melihat dari apa yang tidak dapat aku lihat...
Engkaulah Sang Maha Tau dari apa yang tidak aku ketahui...
Engkaulah Yang Mengetahui apa yang terbaik buat hidup aku...
Berikanlah hambamu ini petunjuk Jalan Yang Benar,,,Jalan Yang Lurus...

Kuharapkan Ridho-Mu setiap pilihan hidupku,,,setiap derap langkah hidupku,,,
Karena Ridho-Mu lah akan aku dapatkan kebahagiaan sejati....Insya Allah...
Amin...Amin...Amin...Yarobbal Allamin...


Jumat, 27 Februari 2009

AKU INGIN BERSEDEKAH

[uje_jamaah] Fw: Aku Ingin Bersedekah

Monday, February 23, 2009 5:06 PM
From:
To:
uje_jamaah@yahoogroups.com

Aku Ingin Bersedekah
Artikel - Cahaya Langit
Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan. Beberapa kali saya berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, "Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!" Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.
Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.
Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! "Darimana saya harus memulai...?" saya membatin.
Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa 'ilmu ladunni' yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.
Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)
Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:
Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.
Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.
Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!
Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.
Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.
Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.
Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka
Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, "AKU INGIN BERSEDEKAH!" Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.
Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, "Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!"
Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.
Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt. Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.
"Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?! " tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, "Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!" Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.
Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. "Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya" jelas dokter Yusfa.
Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.
Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali.. . Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya. Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.
Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.
Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini. Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa. Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, "Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!"
Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.
Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, "Alhamdulillah bu Reni.... Alhamdulillah. ...!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami... dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya.. .?!"
Subhanalllah. ... rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.
"Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat." HR. Baihaqi
Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalaminya? !
Salam,
Bobby Herwibowo

[uje_jamaah] Tahukah Kita..?

Wednesday, February 25, 2009 10:07 AM
From:
To:
"Dwi Utami" , "Bunda efi" , "Bambang DwiCahyono" , "Aulia" , "agung supriyanto" ... more

Tahukah Kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh
selalu melihat ke belakang.
Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa
mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.


Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.
Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya.
Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran
kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas
dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut.
Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa
membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.
Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah
sebanyak-banyaknya
.


Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita.
Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal
dari hati kita yang paling dalam.
Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan
pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai
dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh
lebih indah.


Maafkan saya MAMA....

Impian meninggalkan kota kelahiran saya untuk mengadu nasib ke Jakarta dengan harapan akan ada masa depan yang lebih baik disana. Jakarta telah membuat saya bermimpi bahwa semua akan kudapatkan disana. Bahkan permintaan mama untuk tidak pergi meninggalkan beliau saya acuhkan, dengan segala alasan saya berusaha yakinkan mama bahwa saya nantinya akan berhasil, saya akan buktikan itu ke mama, tapi tidak meluluhkan hati mama juga. Saya sedih dan kecewa kenapa mama tidak izinkan saya pergi padahal di jakarta nantinya saya tidak tinggal sendirian, di sana saya mempunyai saudara kandung yang sedang bekerja juga disana, apakah karena saya seorang cewek?? tapi adik saya cewek juga pernah di izinkan ke Jakarta, kenapa giliran saya tidak mendapat izin? Bapak sudah mengizinkan ,tapi itu tidak meluluhkan hati mama juga. Saya nangis depan mama yang sedang makan siang buat minta izin tapi tidak juga kudapatkan, ada apa dengan mama??? Dengan rasa kecewa akhirnya saya pergi dari rumah, nginap di rumah teman karena kekecawaan besarku pada sikap mama, sebuah kalimat yang sempat mama ucapkan padaku waktu itu "siapapun yang ke Jakarta, pada akhirnya semua akan kembali juga..kampung halaman kamu tempat kelahiran kamu!!!" kenapa mama sampai berkata seperti itu??? batin saya.
Berhari-hari saya sedih karena izin yang tidak kudapatkan itu, sampai akhirnya saya jatuh sakit. Mama yang merawat saya, padahal ada rasa kekecawaan dalam batin saya, andai mama izinkan saya pergi, pasti saya tidak bakal sakit. Saya sampai bermimpi buruk, saya bercerita ke mama perihal mimpi saya itu dan mama memanggil saya untuk tidur bersamanya, oh mama betapa kasih sayangmu begitu besar tapi kenapa saya tidak menyadarinya waktu itu.
Melihat saya yang sakit berhari-hari, mungkin telah membuat mama sadar bahwa penyebabnya karena tidak diizinkan ke Jakarta, apa iya mama tau??? Tapi kenyataannnya dengan sakit saya itu, akhirnya membuat mama luluh juga mengizinkan saya ke jakarta. Kebahagiaan itu sudah tidak dapat saya lukiskan lagi, terbayang sudah semua tentang impian memulai karir di kota sebesar Jakarta. Saya pun berangakat ke Jakarta.

Sebulan lebih saya di Jakarta, mulai mengadu nasib mencari pekerjaan tapi ternyata tak semudah yang saya bayangkan, pekerjaan itu belum saya dapatkan juga. Menjelang lebaran Idul Fitri semua saudara saya pun berniat mudik lebaran ke kampung, akhirnya saya pun ikut pulang. Ucapan mama pertama padaku "kenapa kamu ikut pulang?? bukannya kamu ingin tinggal di Jakarta!!" pertanyaan yang mengiris kalbuku, apa iya mama sudah tidak mengharapkan saya lagi??? Tentunya tidak, saya yakin semua orang tua pasti inginkan yang terbaik buat anaknya karena mereka menyayangi anaknya.
Sebuah lebaran yang cukup mengesankan buat keluarga saya waktu itu,karena sekian lamanya kakak-kakak saya merantau baru kali itu mereka mudik lebaran, kami sekeluarga berkumpul. Rona bahagia begitulah terpancar dari wajah mama, bahkan moment itu kami abadikan dengan foto keluarga bersama yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.
Sebulan usai lebaran saya kembali ke Jakarta masih dengan mimpi-mimpi yang begitu indah. Mama yang sempat berkata tidak bakal mengantarkan saya ke bandara tapi dia malah ikut mengantarkan saya, ada apa dengan mama??? Saya membalikan badan untuk terakhir kalinya sebelum naik pesawat dengan menatap wajah mama dengan penuh misteri. Saya merasakan ada rasa penyesalan dalam diri, kenapa saya tega meninggalkan mama sendiri?? Ah..tidak... saya mau wujudkan impian saya menjadi wanita sukses, dan akan saya buat mama bangga padaku. itulah tekad yang ada dalam diriku, saya takkan biarkan izin mama terbuang sia-sia.

Seminggu saya di Jakarta, sudah mulai ada tanda-tanda kemajuan dengan pencarian pekerjaan. Kakak mulai mempersiapkan saya di pekerjakan di sebuah perusahaan, itu cukup membahagiakan saya, akhirnya impian saya akan terwujud juga... batinku.
Kurang lebih dua minggu saya di Jakarta, subuh hari , hp kakak berdering saya ikut terbangun, spontan saya mendengar percakapan kakak di telpon, suara kakak mulai terdengar serak2. menyebut nama mama..mama meninggal... yah itulah yang sempat terlintas dalam pendengaran saya, saya ngga percaya, itu ngga mungkin terjadi, mama tidak pernah sakit kenapa bisa meninggal...berbagai macam pertanyaan muncul dalam kepala saya,,,saya tidak yakin,,,dengan rasa tidak percaya sayapun menelpon ke rumah di kampung, belum sempat saya bertanya suara tangisan adik terdengar jelas,,,yah berita itu benar, mama sudah pergi meninggalkan saya...meninggalkan selamnya.

Saya tak kuasa manahan penyesalan dalam batin, mengapa saya tega ninggalin mama!? mengapa saya tidak menuruti permintaanmu MAMA!? inilah jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu, mengapa mama tidak rela izinkan saya pergi ke Jakarta, pasti mama berharap saya ada di sampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.. Oh mama...kenapa saya tidak menyadari waktu itu...inilah penyesalan terbesar dalam hidupku. Akhirnya saya pulang dengan membawa pedih di hati, yang kulihat hanya wajah mama yang sedang tidur pulas dengan wajah senyuman yang begitu indah dengan terbungkus kain kafan...
Maafkan saya MAMA...
Ada dan tiada dirimu...kau kan selalu ada dalam hatiku...
Engkaulah impian aku sesungguhnya...impian ingin membahagiakan dirimu...