Impian meninggalkan kota kelahiran saya untuk mengadu nasib ke Jakarta dengan harapan akan ada masa depan yang lebih baik disana. Jakarta telah membuat saya bermimpi bahwa semua akan kudapatkan disana. Bahkan permintaan mama untuk tidak pergi meninggalkan beliau saya acuhkan, dengan segala alasan saya berusaha yakinkan mama bahwa saya nantinya akan berhasil, saya akan buktikan itu ke mama, tapi tidak meluluhkan hati mama juga. Saya sedih dan kecewa kenapa mama tidak izinkan saya pergi padahal di jakarta nantinya saya tidak tinggal sendirian, di sana saya mempunyai saudara kandung yang sedang bekerja juga disana, apakah karena saya seorang cewek?? tapi adik saya cewek juga pernah di izinkan ke Jakarta, kenapa giliran saya tidak mendapat izin? Bapak sudah mengizinkan ,tapi itu tidak meluluhkan hati mama juga. Saya nangis depan mama yang sedang makan siang buat minta izin tapi tidak juga kudapatkan, ada apa dengan mama??? Dengan rasa kecewa akhirnya saya pergi dari rumah, nginap di rumah teman karena kekecawaan besarku pada sikap mama, sebuah kalimat yang sempat mama ucapkan padaku waktu itu "siapapun yang ke Jakarta, pada akhirnya semua akan kembali juga..kampung halaman kamu tempat kelahiran kamu!!!" kenapa mama sampai berkata seperti itu??? batin saya.
Berhari-hari saya sedih karena izin yang tidak kudapatkan itu, sampai akhirnya saya jatuh sakit. Mama yang merawat saya, padahal ada rasa kekecawaan dalam batin saya, andai mama izinkan saya pergi, pasti saya tidak bakal sakit. Saya sampai bermimpi buruk, saya bercerita ke mama perihal mimpi saya itu dan mama memanggil saya untuk tidur bersamanya, oh mama betapa kasih sayangmu begitu besar tapi kenapa saya tidak menyadarinya waktu itu.
Melihat saya yang sakit berhari-hari, mungkin telah membuat mama sadar bahwa penyebabnya karena tidak diizinkan ke Jakarta, apa iya mama tau??? Tapi kenyataannnya dengan sakit saya itu, akhirnya membuat mama luluh juga mengizinkan saya ke jakarta. Kebahagiaan itu sudah tidak dapat saya lukiskan lagi, terbayang sudah semua tentang impian memulai karir di kota sebesar Jakarta. Saya pun berangakat ke Jakarta.
Sebulan lebih saya di Jakarta, mulai mengadu nasib mencari pekerjaan tapi ternyata tak semudah yang saya bayangkan, pekerjaan itu belum saya dapatkan juga. Menjelang lebaran Idul Fitri semua saudara saya pun berniat mudik lebaran ke kampung, akhirnya saya pun ikut pulang. Ucapan mama pertama padaku "kenapa kamu ikut pulang?? bukannya kamu ingin tinggal di Jakarta!!" pertanyaan yang mengiris kalbuku, apa iya mama sudah tidak mengharapkan saya lagi??? Tentunya tidak, saya yakin semua orang tua pasti inginkan yang terbaik buat anaknya karena mereka menyayangi anaknya.
Sebuah lebaran yang cukup mengesankan buat keluarga saya waktu itu,karena sekian lamanya kakak-kakak saya merantau baru kali itu mereka mudik lebaran, kami sekeluarga berkumpul. Rona bahagia begitulah terpancar dari wajah mama, bahkan moment itu kami abadikan dengan foto keluarga bersama yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.
Sebulan usai lebaran saya kembali ke Jakarta masih dengan mimpi-mimpi yang begitu indah. Mama yang sempat berkata tidak bakal mengantarkan saya ke bandara tapi dia malah ikut mengantarkan saya, ada apa dengan mama??? Saya membalikan badan untuk terakhir kalinya sebelum naik pesawat dengan menatap wajah mama dengan penuh misteri. Saya merasakan ada rasa penyesalan dalam diri, kenapa saya tega meninggalkan mama sendiri?? Ah..tidak... saya mau wujudkan impian saya menjadi wanita sukses, dan akan saya buat mama bangga padaku. itulah tekad yang ada dalam diriku, saya takkan biarkan izin mama terbuang sia-sia.
Seminggu saya di Jakarta, sudah mulai ada tanda-tanda kemajuan dengan pencarian pekerjaan. Kakak mulai mempersiapkan saya di pekerjakan di sebuah perusahaan, itu cukup membahagiakan saya, akhirnya impian saya akan terwujud juga... batinku.
Kurang lebih dua minggu saya di Jakarta, subuh hari , hp kakak berdering saya ikut terbangun, spontan saya mendengar percakapan kakak di telpon, suara kakak mulai terdengar serak2. menyebut nama mama..mama meninggal... yah itulah yang sempat terlintas dalam pendengaran saya, saya ngga percaya, itu ngga mungkin terjadi, mama tidak pernah sakit kenapa bisa meninggal...berbagai macam pertanyaan muncul dalam kepala saya,,,saya tidak yakin,,,dengan rasa tidak percaya sayapun menelpon ke rumah di kampung, belum sempat saya bertanya suara tangisan adik terdengar jelas,,,yah berita itu benar, mama sudah pergi meninggalkan saya...meninggalkan selamnya.
Saya tak kuasa manahan penyesalan dalam batin, mengapa saya tega ninggalin mama!? mengapa saya tidak menuruti permintaanmu MAMA!? inilah jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu, mengapa mama tidak rela izinkan saya pergi ke Jakarta, pasti mama berharap saya ada di sampingnya saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.. Oh mama...kenapa saya tidak menyadari waktu itu...inilah penyesalan terbesar dalam hidupku. Akhirnya saya pulang dengan membawa pedih di hati, yang kulihat hanya wajah mama yang sedang tidur pulas dengan wajah senyuman yang begitu indah dengan terbungkus kain kafan...
Maafkan saya MAMA...
Ada dan tiada dirimu...kau kan selalu ada dalam hatiku...
Engkaulah impian aku sesungguhnya...impian ingin membahagiakan dirimu...
Jumat, 27 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar